SURAT YANG BELUM ADA KEPASTIAN

Lembaga kemahasiswaan merupakan wadah bagi mahasiswa untuk membina potensi yang kemudian di miliki, kini banyak lembaga mahasiswa berbagai bentuk yang kemudian bisa menampung bakat mahasiswa itu sendiri begitu potensial nya lembaga mahasiswa dan kita pun tidak heran lembaga mahasiswa begitu berkembang pesat di kampus-kampus lembaga kemahasiswaan begitu leluasa pun mengatur diri nya sendiri sesuai dengan kehendak anggota organisasi tersebut. Dengan begitu berkembang nya lembaga kemahasiswaan dan sudah berumur berpuluh-puluh tahun sehingga memiliki culture sendiri sebagai ciri khas yang kemudian dimiliki, biasanya di univesitas ada banyak  mulai dari organisasi keilmuan, olaragah, seni dll

Lembaga kemahasiswaan memiliki hubungan yang begitu erat dengan anggota nya sehinnga tidak heran begitu padat nya aktivitas lembaga kemahasiswaan ini untuk menujukkan eksisitas lembaga kemahasiswaan, lembaga kemahasiswaan bisa pula meningkatkan skill bagi anggota nya entah apa bakat semua tertampun

Pada tahun 2017 muncul aturan Rektor universitas Hasanuddin atau di sebut surat keputusan organisasi kemahasiswaan yang berisi aturan tentang lembaga kemahasiswaan.  aturan ini turunan dari statuta unhas, surat keputusan ini mengalami pro kontra antara mahaiswa dan birokrat pada saat itu pihak birokrat mengundang BEM/SENAT se-Universitas Hasanuddin pada waktu dilaksanakan di bawah perpus. Dan pertemuan selanjutnya lagi di adakan gedung ipteks dan itu dirangkaikan buka puasa bersama dan hasil nya mahasiswa di suruh untuk membuat surat keputusan tandingan yang kemudian nanti diskusikan dengan pihak birokrat dan SK itu pun jadi akan di serahkan kepada pihak Wakil Rektor bidang Kemahasiswaan Dan Alumni namun SK tandingan itu  di berikan kepada sekertaris nya. Dan setelah itu tidak ada lagi forum selanjutnya.

Memasuki tahun 2018 aturan itu muncul lagi, namun kemunculannya sudah ada TTD Rektor Universitas Hasanuddin atau aturan ini telah di tanda tangani oleh ibu Rektor Universitas Hasanuddin dan kemudian akan disosialisasikan, sudah ada Fakultas yang sudah di lakukan sosialisasi mengenai aturan ini. Dan kembali ada undanganpadabulanJuni kepada BEM/SENAT se-Universitas Hasanuddin yang di adakan di Hotel Max-one di rangkaikan dengan buka puasa bersama

Seperti kita ketahui bersama surat keputusan Rektor Nomor ; 1831/UN4.1./KEP/2018 Tentang Organisasi Kemahasiswaan ini hadir karna disahkannya Universitas Hasanuddin (UNHAS) sebagai Perguruan Tinggi Berbadan Hukum (PTN-BH) yang dilegitimasi dengan lahir nya Peraturan Pemerintah (PP) NO. 53 Tahun 2015 tentang statuta Universitas Hasanuddin. Pada pasal 49 ayat 1poin 4  PP NO. 53 Tahun 2015 yang berbunyi “ketentuan lebih lanjut mengenai organisasi kemahasiswaan di Unhas diaatur dengan peraturan Rektor”

LembagaKemahasiswaan sudah begitu erat dengan anggotanya itu sendiri sehingga banyak kemudian kader dari lembaga tersebut yang sangat menghormati organisasinya tersebut. Ketika kita cermati bersama bahwa Sk Rektor ini kemudian adahal yang bisa menghilangkan esensi dari organisasi tersebut misalnya saja lembaga kemahasiswaan tidak otonomi lagi dengan pihak birokrat

Surat Keputusan Rektor Nomor ; 1831/UN4.1./KEP/2018 Tentang Organisasi Kemahasiswaan ini sudah 2 tahun bergulir, kita tidak tau nanti pada tahun 2019 apakah masih bergulir lagi dan masih menjadi pewacanaan di Lembaga Kemahasiswaan, SK Rektor ini pada 2 tahun terakhir selalu muncul menjelang libur semester genap “apakah ini semacam hadiah menjelang libur semester genap?” jika ini sebuah hadiah mari kita suarakan, apakah kita menerima atau menolak hadiah tersebut!

 

“Masa terbaik dalam hidup seseorang adalah masa ia dapat mengunakan Kebebasan yang telah di rebutnya sendiri” Pramoedya Ananta Toer (jejak langkah, 1985)

1 Komentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*